Anda sudah percaya kepada Yesus. Apa selanjutnya?
Apa yang Terjadi Setelah Saya Menjadi Orang Kristen?
Mengikut Yesus adalah awal dari sebuah hubungan, bukan akhir dari sebuah daftar tugas. Anda akan terus belajar, bertumbuh, bertanya, dan kadang tersandung. Teruslah kembali kepada-Nya.
Berbicaralah kepada Yesus
Doa tidak harus panjang atau indah. Ceritakan kepada-Nya apa yang terjadi hari ini, apa yang Anda takutkan, apa yang Anda syukuri, dan di mana Anda butuh pertolongan.
Pelajari cara berdoa →Bacalah Alkitab
Mulailah dengan salah satu Injil - Matius, Markus, Lukas, atau Yohanes - dan pelajari apa yang Yesus katakan dan lakukan. Bacalah pelan-pelan. Mintalah Allah menolong Anda mengerti.
Gunakan bantuan Alkitab →Belajar Memercayai Dia
Iman bertumbuh seiring Anda makin mengenal Yesus. Anda tidak perlu punya semua jawaban sebelum melangkah ke langkah berikutnya.
Apa itu iman? →Harapkan Pertumbuhan, Bukan Kesempurnaan Seketika
Orang Kristen masih bisa berbuat salah. Ketika Anda berbuat dosa, jangan lari dari Yesus. Akuilah, terimalah pengampunan-Nya, belajarlah, dan teruslah mengikut Dia.
Ikutilah Yesus dalam Baptisan Orang Percaya
Setelah Anda percaya kepada Yesus dan diselamatkan, baptisan adalah langkah berikutnya yang indah dalam mengikut Yesus. Yesus sendiri dibaptis, dan Ia menyuruh para pengikut-Nya untuk menjadikan semua bangsa murid dan membaptis mereka. Baptisan orang percaya tidak membuat Anda diselamatkan dan tidak membuat Anda layak menerima kasih Allah. Baptisan adalah cara terbuka untuk menunjukkan iman yang sudah ada di dalam hati Anda - cara untuk berkata, “Aku milik Yesus, dan aku mau mengikut Dia.”
Jika Anda bisa, bicarakanlah tentang baptisan dan artinya dengan gereja yang dapat dipercaya dan berpegang pada Alkitab, atau dengan seorang Kristen terpercaya yang sudah lama mengikut Yesus.
Temukan Orang Kristen Lain dan Saling Menopang
Mengikut Yesus tidak pernah dimaksudkan untuk dijalani sendirian. Bila aman dan memungkinkan, carilah gereja yang berpegang pada Alkitab atau orang-orang Kristen terpercaya yang mengasihi Yesus dan menghormati Firman-Nya. Berdoalah bersama, saling menguatkan, belajar bersama, saling menolong di hari-hari yang sulit, dan saling mengingatkan akan kebenaran Allah ketika ada yang putus asa.
Anda mungkin bisa menguatkan orang lain, bahkan ketika Anda sendiri masih belajar. Bersama orang Kristen lain bukan berarti Anda sudah mengerti segalanya. Artinya berjalan bersama Yesus, bersama-sama.
Pahami Peperangan Rohani
Alkitab berkata bahwa orang percaya akan menghadapi pencobaan dan serangan rohani. Anda tidak perlu hidup dalam ketakutan. Pelajarilah perlengkapan senjata Allah dan berdirilah teguh dalam kebenaran, iman, Firman Tuhan, doa, dan Injil damai sejahtera.
Pelajari tentang peperangan rohani →Ketika Anda Gagal, Kembalilah kepada Yesus
Hubungan Anda dengan Yesus tidak didasarkan pada berpura-pura tidak pernah bergumul. Teruslah berbicara kepada-Nya, teruslah membaca Firman-Nya, dan teruslah belajar mengikut Dia.
Langkah-Langkah Sederhana Berikutnya
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mungkin Anda bertanya-tanya tentang salah satu pertanyaan ini. Berikut jawaban singkat untuk membantu Anda terus melangkah.
Apa yang harus saya lakukan setelah menjadi orang Kristen?
Berdoalah, bacalah Alkitab, kenallah Yesus, dan mulailah hidup menurut ajaran-Nya, selangkah demi selangkah.
Haruskah saya dibaptis?
Baptisan orang percaya adalah cara terbuka untuk menunjukkan bahwa Anda sudah percaya kepada Yesus. Baptisan tidak membuat Anda layak diselamatkan; baptisan menunjukkan di luar apa yang Anda percayai di dalam hati.
Apakah saya butuh orang Kristen lainnya?
Ya. Sesama orang percaya dapat berdoa bersama Anda, mengajar Anda, menguatkan Anda, dan membantu Anda terus mengikut Yesus. Pilihlah orang-orang yang hidupnya menuntun Anda kepada-Nya.
Buatlah Buku Harian Doa atau “Toples Allah”
Buku harian sederhana - atau bahkan sebuah toples khusus atau “Toples Allah” yang berisi catatan-catatan - dapat membantu Anda mengingat apa yang Anda doakan dan melihat bagaimana Allah bekerja dalam hidup Anda.
Tuliskan permohonan doa Anda beserta tanggalnya. Ketika Anda melihat jawabannya, tuliskan apa yang terjadi dan kapan. Kira-kira sebulan sekali, bacalah kembali permohonan-permohonan Anda. Lihat doa mana yang sudah dijawab, mana yang masih Anda tunggu, dan apakah jawabannya datang dengan cara yang tidak Anda duga.
Ingatlah, jawabannya bisa jadi ya, tidak, belum waktunya, atau sesuatu yang lain dari yang Anda minta. Doa bukan untuk mendapatkan semua yang kita inginkan. Doa adalah berbicara dengan Allah, belajar memercayai Dia, dan memperhatikan kepedulian-Nya serta cara-cara Ia menolong Anda.
Tuliskan Bagaimana Anda Melihat Allah Hari Ini
Selain permohonan doa, tuliskan satu atau dua hal yang Anda lihat tentang Allah sepanjang hari. Mungkin keindahan ciptaan-Nya - matahari terbit, gunung, bunga, hewan, hujan, atau bintang-bintang. Mungkin sebuah ayat Alkitab tepat menjawab apa yang sedang Anda alami. Mungkin seseorang menguatkan Anda tepat pada waktunya.
Kadang terjadi sesuatu yang tak terduga sehingga Anda bertanya-tanya apakah Allah sedang melindungi atau menuntun Anda. Mungkin Anda nyaris mengalami kecelakaan. Mungkin Anda kesal karena terlambat, lalu belakangan sadar bahwa jika tiba lebih awal, Anda mungkin terjebak dalam kejadian yang tak terduga. Atau mungkin terjadi sesuatu yang begitu luar biasa sehingga hanya bisa disebut mukjizat.
Tuliskan juga saat-saat itu. Anda tidak harus memutuskan bahwa setiap kebetulan adalah mukjizat atau bahwa Anda tahu persis apa yang Allah kerjakan. Kadang kita memang tidak tahu. Anda bisa menulis, “Aku tidak tahu apakah ini Allah, tetapi ini membuatku berhenti dan berterima kasih kepada-Nya.”
Tuliskan juga satu ayat Alkitab yang berbicara kepada Anda hari itu dan satu kalimat tentang mengapa ayat itu berarti. Berbulan-bulan atau bertahun-tahun kemudian, buku harian Anda bisa menjadi catatan indah tentang doa-doa, masa-masa sulit yang Allah bawa Anda lewati, jawaban tak terduga, saat-saat perlindungan, Firman yang menguatkan, dan hari-hari biasa ketika ciptaan-Nya mengingatkan Anda bahwa Ia dekat.
Tujuannya bukan mencari-cari tanda dengan cemas di mana-mana. Tujuannya hanyalah melambat, memperhatikan, bersyukur, dan belajar mengenali kebaikan Allah, baik di saat-saat yang sangat luar biasa maupun di saat-saat yang sangat biasa.